Sabtu, 07 Oktober 2017

fdgv

Aku gak tahu pemerintahan apa sekarang ini, bisik bisik rakyat sudah sekian jenuh dengan masalah yang Di hadapi bangsa indonesia sekarang ini. Pejabat pemerintah saling menjatuhkan, ormas saling serang, kelompok masyarakat saling benturkan. Jika terus begini bangsa ini bisa kehilangan martabat.
Saya memang selalu mengikuti perkembangan informasi yang ada. Dari berita satu ke berita lain, selalu arahnya saling mengutuk, saling mencari kejelekan dan kelemahan. Garak gerik rakyat selalu di awasi oleh manusia buas kejam. Sesekali bicara di media yang sdikit mengkritik pemerintahan ****** langsung di ciduk polisi ITI.
Apakah ini suatu proses bahwa di zaman akhir akan terjadi, di mana iman seseorang akan keluar masuk dari hati manusia, sehingga banyak umat manusia saling brutal brutalan dalam masalah etika dan agama. Bahkan yang di tuhankan adalah siapa yang memberi aku uang akan aku ikuti.
Kita sedang di pada masa dimana rakyat mengeritik pemerintah disebut anti pemerintah, berdemokrasi diebut anti, menyampaikan aspirasi juga disebut anti
Waspada kekuatan uang dajjal sudah tampak menggerogoti ulama.
Jangan di kira orang yang sering mendapatkan tantangan, atau kesulitan, hidupnya akan bodoh. Hanya saja Mereka menunggu momen tertentu sehingga Tuhan akan membukakan seribu pintu karomah.
Jangan menganggap remeh terhadap perjuangan dan ketulusan orang kecil, sebab itu sesekali engkau remehkan, maka engkau tak akan puas dengan kehidupan yang kamu jalani.
Manusia bisa berencana, tetapi semua misterius.
Kangen yang terpendam, akan membuka cakrawala baru di saat menemukan.
Hargailah keadaan, karna waktu yang akan menyaksikan.
Menjadi manusia sederhana tak semudah kita berbicara.
Menikah adalah suatu janji murni antara dua sejoli untuk menjaga martabat.
Menikah adalah ikatan resmi, bukan sembarang ngobral janji.
Menikah adalah transaksi suci untuk kehalalan dua kelamin yang berbeda
Menikah adalah mempertemukan dan menjalin persaudaraan antara sesama manusia.
Di dalam pernikahan terdapat mutiara berbagai bentuk relasi kehidupan, janji kesetiaan, melangkah bersama, senyum bersama, sedih bersama, dan menghadap tuhan bersama.
Hindarilah pujian, agar hatimu selalu butuh bimbingan dari Tuhan.
Seringkali orang mencari bahagia dengan mengorbankan waktu, tenaga, keluarga, bahkan nyawa. Padahal, bahagia ada di dalam diri kita, dekat dengan kita.

Akhir-akhir ini suasana dan keadaan masyarakat sudah di luar batas serakahnya

Bersatunya jasad dan Ruh pada manusia. maka Allah memberikah hiasan yang namanya
1) - Akal
2) - Hati.
3) - Nafsu
4) - Naluri
Sedangkan yang ada pada binatang hanya nafsu dan naluri saja,

Guru itu sangat dahsyat sekali pengaruhnya Seorang yang menjadi panutan tentang Akhlaq, baik ucapan maupun perbuatan. bahkan seorang guru itu di tuntut bisa mentransfer adabiyah, akhlaq, kejujuran, kepekaan terhadap jalan fi sabilillah, serta sifat sosial yang mengarah kebaikan.
Saya mencintai orang sholih, tetapi saya tidak termasuk golongan mereka, siapa tahu dengan mencintai orang-orang sholih, saya bisa mendapatkan syafa’at dari orang-orang sholih.
Barokah adalah doa hidup bagi orang yang mempunyai cita-cita tinggi dalam kebaikan.
Kedewasaan orang banyak dipengaruhi oleh pengalaman hidup seribu penderitaan dan seribu kesabaran. Ada orang sejak di peringkat awal hidupnya ditimpa kesusahan dan kehausan kasih sayang. Dari situ ia belajar arti kehidupan bertanding dengan orang yang sejak awal hidupnya penuh dengan kesenangan. Terkadang penderitaan dan kesabaran hidup itu akan menjadikan seseorang itu lebih tabah menghadapi usia mendatang, mampu berdikari ataupun menjadi seorang yang lemah apabila berhadapan dengan hidup yang lebih mencabar.
jika engkau tak bisa menghormati manusia, berarti engkau belum menemukan manis ilmu. Karena ilmu itu butuh proses panjang untuk merendahkan diri.
Indonesia sekarang ini seperti tidak ada pemimpinnya, hanya di pegang kendali oleh para Geng yang mempunyai banyak uang, baik para pejabatnya dari presiden, kebawah, kepolisian, hukum dan bahkan undang-undangnya sudah di beli oleh pengusaha, mereka tinggal pencet tombol, langsung tunduk di hadapannya. Sesekali mereka marah, terjadilah keributan, kegaduhan di institusi maupun lembaga pemerintahan, dan saling menerkam antar hukum, kepolisian dan Ulama.

Siapa yang tidak suka dengan orang mengaji dan bahkan menghambatnya saya jamin akan merasakan kebingungan yang hebat akibat ulahnya sendiri.

.